Terjerat Uang, Perusahaan Benih BUMN Terancam Dimejahijaukan

by -358 Views
Kuasa hukum PT. Sterling Agritech Indonesia
Kuasa hukum PT. Sterling Agritech Indonesia

JAKARTA – Buntut dari ketidakmampuan membayar utang, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Sang Hyang Seri (Persero) terancam dipailitkan oleh PT. Sterling Agritech Indonesia. Kuasa hukum PT Sterling Agritech Indonesia, MH Sinaga SH menyampaikan, sejak tahun 2020, pihak PT. Sang Hyang Seri (Persero) tidak melaksanakan kewajibannya terhadap pihak PT. Sterling Agritech Indonesia, yaitu tidak melakukan pembayaran atas segala hal yang telah diperjanjikan.

“Atas masalah tersebut maka PT.Sterling Agritech Indonesia dan PT. Sang Hyang Seri telah menandatangani Surat/Berita Acara Kesepakatan Penyelesaian Hutang Piutang: Nomor :001/Dir- BA/SAI/VIII/2021; Nomor : BA-39/Dir/SHS.01/VIII/2021, Tanggal 31 Agustus 2021,” kata MH Sinaga, SH,  Selasa (15/2/2022).

Dia menuturkan, SL Agritech Corporation, suatu perusahaan di Filipina dan PT. SANG HYANG SERI (Persero), merupakan suatu BUMN. Sebelumnya, SL Agritech Corporation telah mengembangkan  kultivar padi hibrida varietas SL-8SHS, dan didaftarkan di Indonesia pada tahun 2006, serta  diperbanyak dan dipasarkan oleh pihak PT. Sang Hyang Seri (PERSERO) sejak tahun 2007.

banner 300x300

“Selama beberapa tahun terakhir, produksi dan promosi SL8SHS berjalan sangat sukses. Pihak  PT. Sang Hyang Seri mengakui mempunyai  kewajiban atau utang  kepada PT. Sterling Agritech Indonesia sebesar Rp 6.080.074.775,” jelas Maradang.

Baca Juga  Bersama Wapalapa Anggota Dewan Syarif ikut Pencarian Mahasiwa IPB Adzra, Begini Ceritanya

Pihak  PT. Sterling, sebutnya, telah melakukan upaya dan langkah-langkah persuasif. Namun hingga saat ini  pihak PT. Sang Hyang Seri tidak mempunyai itikad baik untuk membayar kewajibanya terhadap pihak PT. Sterling.Berdasarkan Surat No. 012/DIR-SAI/I/2022, tanggal 4 Januari 2022, pihak PT. Sterling telah meminta PT. Sang Hyang Seri untuk melaksanakan kewajibannya, namun sekali lagi tidak ada tanggapan.

“Pihak PT. Sang Hyang Seri memberikan tanggapan melalui Surat Nomor. 197/DIR/SHS.02/II/2022, tanggal 8 Februari 2022, perihal : Rescheduling Hutang PT. Sterling,” paparnya.

Dia melanjutkan, atas dasar hal tersebut, PT. Sterling melalui Kuasa Hukumnya dari Firma Hukum ”SRI & Co.” telah melayangkan somasi pada tanggal 10 Februari 2022, menuntut PT. Sang Hyang Seri segera melaksanakan kewajibannya.

Baca Juga  Berkah HUT RI Ke 77 Bagi 604 WBP Paledang, Dapat Remisi Tiga Orang Langsung Bebas

“Jika tidak maka pihak PT. Sterling akan menempuh jalur hukum berdasarkan aturan dan prosedur hukum yang berlaku, seperti gugatan perdata (wanprestasi) atau gugatan/pemohonan pailit terhadap PT. Sang Hyang Seri,” tandas MH SInaga.

“Dana yang macet dengan jumlah yang sangat besar tersebut telah mengakibatkan terganggunya kegiatan operasional yang akan dilakukan PT. Sterling terutama kegiatan produksi pembenihan dilapangan,” paparnya.

Pada bagian lain, perwakilan pihak perusahaan PT. Sterling Agritech Indonesia, Teguh Ernawan mengungkapkan, hingga saat ini ratusan petani yang bekerja dalam produksi pembenihan padi di beberapa daerah tidak menerima apa yang menjadi hak-hak dari para petani.Apabila hal ini dibiarkan, maka, tidak menutup kemungkinan akan adanya tuntutan para petani yang dapat menciptakan keresahan sosial di lingkungan kegiatan produksi pembenihan padi yang dikelola oleh pihak PT. Sterling Agritech Indonesia.Dan disisi lain PT Sang Hyang Serie akan melakukan bunuh diri dengan merusak namanya sendiri di dunia internasional, bilamana tidak sesegera mungkin melakukan kewajibannya pada PT Sterling Agritech Indonesia ( SAI)

Baca Juga  Tanggap Peduli Kemanusian, KNPI Kota Bogor Salurkan Bantuan ke Cianjur

“Kami dari pihak perusahaan banyak melibatkan petani-petani di daerah yang lumayan besar, jadi demi kedaulatan pangan, kami menuntut PT. Sang Hyang Seri untuk melaksanakan kewajiban dan membayar hutangnya kepada PT. Sterling,” tuntas Teguh Ermawan atau biasa disapa Wawan Leak. (Edi Turmudi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *